Kamis, 28 Juni 2012

7 Amalan Jariyah

Amal Jariyah adalah sebutan bagi amalan yang terus mengalir pahalanya, walaupun orang yang melakukan amalan tersebut sudah wafat. Amalan tersebut terus memproduksi pahala yang terus mengalir kepadanya.

Hadis tentang amal jariyah yang populer dari Abu Hurairah menerangkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Apabila anak Adam (manusia) wafat, maka terputuslah semua (pahala) amal perbuatannya kecuali tiga macam perbuatan, yaitu sedekah jariah, ilmu yang berman­faat, dan anak saleh yang mendoakannya" (HR. Muslim).

Selain dari ketiga jenis perbuatan di atas, ada lagi beberapa macam perbuatan yang tergolong dalam amal jariah.

Abu Hurairah vs Setan


Abu Hurairah ra pernah ditugaskan oleh Rasulullah SAW untuk menjaga gudang zakat di bulan Ramadhan. Tiba-tiba muncullah seseorang, lalu mencuri segenggam makanan. Namun kepintaran Hurairah memang patut dipuji, kemudian pencuri itu kemudian berhasil ditangkapnya.

“Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah SAW,” gertak Abu Hurairah.

Bukan main takutnya pencuri itu mendengar ancaman Abu Hurairah, hingga kemudian ia pun merengek-rengek: “Saya ini orang miskin, keluarga tanggungan saya banyak, sementara saya sangat memerlukan makanan.”

Selasa, 15 Mei 2012

Indahnya Berbagi


                                                      Oleh Muhammad Atim
Allah SWT mengingatkan kita dalam Al-Qur'an bahwa keshalihan pribadi seseorang dalam kekhusyu'an beribadah kepada Allah belum bisa membuatnya mendapatkan keberuntungan sebelum kita mau peduli terhadap sesama kita. Hal ini bisa kita renungkan dalam firman-Nya, "Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim. Dan tidak menganjurkan memberi makanan orang miskin. Maka kecelakaanlah untuk orang-orang yang shalat. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. Orang-orang yang berbuat riya. Dan enggan menolong dengan barang yang berguna." (QS. Al-Ma’un ayat 1 – 7).

Mari bahagiakan yatim dan dhu’afa


Bisa ikut Membahagiakan kehidupan anak yatim dan dhu’afa adalah cita – cita banyak orang karena allah menjanjikan pahala berupa surga untuk itu. BMH Cabang Pekalongan sebagai lembaga amil zakat yang sejak awal berdirinya telah berkomitmen untuk mengatasi masalah sosial,pendidikan,dakwah serta kemanusiaan telah menghimpun dana dari masyarakat baik berupa zakat,infaq/shodaqoh serta wakaf dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat sesuai program bmh dan dan syariat islam.

Rabu, 11 April 2012

Pembinaan Dan Penyaluran Beasiswa Berprestasi Yatim Dan Dhu’afa Berprestasi


Ahad, 25 maret 2012 Baitul Maal Hidayatullah (BMH) 
kota pekalongan mengadakan penyaluran beasiswa yatim dhu’afa berprestasi. Acara penyerahan bea siswa kali ini berbeda dengan penyerahan sebelumnya karena bertempat di Objek wisata pasir kencana kota Pekalongan, dengan harapan mendapatkan manfaat ganda yaitu rekreasi sambil mengaji karena  selain penyaluran beasiswa, BMH juga memberikan pembinaan ruhani serta motivasi kepada para peserta agar semakin semangat dalam beribadah dan belajar, sehingga mampu menjadi generasi yang berprestasi baik didunia dan akhirat.

Menjadi Sebaik-baik Manusia


Diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)
Sobat, manusia itu makhluk sosial. Tak ada yang bisa membantah. Tidak ada satu orangpun yang bisa hidup sendiri. Semua saling berketergantungan. Saling membutuhkan. Hanya omong kosong dibungkus kesombongan yang nyata ketika seseorang berujar “aku bisa hidup sendiri tanpa orang lain..bla3x”
Karena saling membutuhkan, pola hubungan seseorang dengan orang lain adalah untuk saling mengambil manfaat. Ada yang memberi jasa dan ada yang mendapat jasa. Si pemberi jasa mendapat imbalan dan penerima jasa mendapat manfaat. Itulah pola hubungan yang lazim.naluri kita akan mengatakan itu hal yang Adil. Namun, orang yang mengambil terlalu banyak manfaat dari orang lain dengan pengorbanan yang amat minim. Naluri kita akan mengatakan, ini tidak adil.

Jumat, 30 Maret 2012

Sedekah Tumbuhkan Rasa Saling Menyayangi


Cerdasnya orang yang beriman adalah dia yang mampu untuk mengelola hidupnya yang sesaat dan yang sekejap untuk hidup yang panjang, terutama dalam hal menumbuhkan rasa empati terhadap sesama.
Demikian yang disampaikan Dr. H. Abdul Aziz, seorang yang berprofesi sebagai dokter yang sehari-hari berkantor di Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus.

Namun, ia berucap, jiwa sosial itu harus berangkat dari hatinya sendiri. Semua itu tidak bisa dipaksakan. Ia sendiri senantiasa membiasakan memupuk jiwa sosial kapanpun dan di manapun berada.

Membiasakan Berbagi Sejak Dini

“Ummi, aku punya rahasia! Kejutan!” seru si  bontot yang baru dua bulan lagi akan genap berusia 4 tahun. Saya yang  sore itu baru melangkah menuju pintu rumah jadi terhenti. Ia berlari ke dapur, membawa sesuatu dari kulkas dan kembali menemui saya.

“Ini dia!” ujarnya dengan nada riang sambil menunjukkan sepotong kue tart kesukaannya.

“Ummi, teman Keyvan ulang tahun di sekolah. Kuenya tidak dimakan sama Keyvan, tapi dibawa pulang. Katanya ingin dimakan sama-sama!” kakak perempuannya, Tadzkira, menjelaskan.

Sabtu, 11 Februari 2012

Berdakwah dengan kekuatan jiwa

Kedua tangan Usaid bin Hudhair menghunus tombak bibirnya gemetar dan wajahnya memerah menahan murka. Kepala kabilah Abdul Asyhal itu menghampiri Mush’ab Umair yang sedang mendakwahkan ajaran Islam di salah satu kabilah di Madinah.

Ia langsung mencaci dengan perkataan yang kasar dan menyakitkan, “Mau apa kalian datang ke kabilah diantara kami, pergilah kalian dari tempat ini, jika tidak ingin nyawa kalian melayang!”
Lalu apa yang dilakukan oleh Mush’ab bin Umair?

Jumat, 10 Februari 2012

DASYATNYA TSUNAMI AKHLAK

Tsumani  yang terjadi di berbagai tempat meluluhlantahkan semua yang dilewati. Di aceh dan di Jepang misalnya, korban harta dan jiwa tak terhingga, banyak orang kehilangan orang tua, anak dan kerabat dekatnya. Banyak orang tidak punya pekerjaan dan tempat tinggal. Banyak orang putus harapan dan bahkan pada tingkat putus asa. Itu adalah musibah tsunami, musibah yang ditakdirkan menerjang Aceh, Negara Jepang dan lainnya.
Musibah tersebut, tidak kalah dasyatnya dengan Tsumani  akhlak. Banyak orang lupa dan hampir tidak terpikirkan akibat gempa kemanusiaan. Jika gempa Tsumani, semua orang, semua kelompok masyarakat, bahkan negara  manapun memberikan simpati dengan ucapan,

Kamis, 09 Februari 2012

Apalah Artinya Dunia tanpa Iman dan Amal sholeh?

“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa. ( TQS. Al-Qashassh (28) :83 )

Sobat, seandainya Anda memiliki gudang dunia, tetapi tidak memiliki iman dan amal sholeh, ketahuilah anda pasti celaka. Ada seorang pengusaha yang kaya raya. Sayang, ia berpaling dari Allah. Ia lalai dan terlena dengan kekayaannya yang melimpah dan menghabiskan hidupnya dengan main-main. Kemudian, pengusaha itu terserang kanker otak. Semua dokter telah ia datangi,

Rabu, 08 Februari 2012

Sempurnakan Shalat dengan Zakat

Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, Maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezki yang sebaik-baiknya. (QS 34: 39)
Zakat termasuk salah satu rukun Islam yang wajib secara syar’i untuk dilaksanakan oleh setiap orang Islam. Begitu pentingnya zakat sampai-sampai Abu Bakar As-Shidiq yang terkenal lemah lembut itu ketika menjadi Khalifah dalam menghadapi para pembangkang yang tidak mau membayar zakat pernah mengeluarkan pernyataan bahwa beliau akan memerangi orang yang memisahkan antara shalat dengan zakat. Fenomena yang terjadi saat ini banyak orang shalat tetapi tidak membayar zakat. Oleh karena itu secara umum umat Islam tidak bisa merasakan barakah dari tuntunan zakat itu sendiri. Padahal orang mukmin yang benar itu adalah yang menegakkan shalat dan mengeluarkan zakat (QS 8: 3-4).

Selasa, 07 Februari 2012

Memberi Itu Indah !

" Wahai Rasul Ajarilah aku suatu amalan yang membuat aku dicintai oleh Allah dan para makhluk, Allah memperbanyak hartaku, menyehatkan badanku, memanjangkan umurku, dan membangkitkan aku di makhsyar bersamamu.".

Jika kita sedang sedih, cobalah membuat orang lain gembira, dan lihat apa yang terjadi. Jika kita merasa hampa dan tak genap, cobalah melakukan suatu pekerjaan yang bermakna dan bermanfaat, lalu bagaimana perasaan kita jadinya. Syaratnya ikhwan fillah, kita harus

Penyaluran Beasiswa Berkah

Mengenyam pendidikan setinggi – tingginya adalah harapan semua anak bangsa, tetapi tidak semua orang bisa meraihnya. Seperti yang terjadi pada Kholifah dan umar hadid. Mereka termasuk anak – anak yang kurang beruntung dalam menjalani proses pendidikan dikarenakan faktor biaya.
Raut wajah Kholifah dan Umar Hadid tampak sangat bahagia, ketika petugas dari BMH kota pekalongan datang berkunjung dirumahnya. Betapa tidak, disaat teman- teman sekolah mereka akan menerima  raport hasil study, dia dan adiknya masih menunggu orang tua mereka mendapatkan biaya untuk melunasi kekurangan biaya sekolah mereka.

Rabu, 01 Februari 2012

Apa yang bisa menyelamatkanmu dari neraka?

Ada seorang wanita yang datang menemui Rasulullah saw. Ia datang tergesa-gesa. Semburat perih terpancar dari wajahnya. Berjalan dengan menunduk. Satu tangannya dimasukkan ke dalam saku gamisnya. Usai berucap salam kepada Rasulullah saw, wanita ini mengaku sebagai anak yang telah ditinggal mati kedua orang tuanya. Ia menahan rasa sakit yang amat sangat. Rasul mulai memperhatikan. Tak sabar beliau bertanya, “Apa yang terjadi pada tangan yang kau sembunyikan itu, wahai wanita?”
Perempuan itu pun mengeluarkan tangannya sambil memelas, “Selamatkan aku wahai baginda!”

Senin, 30 Januari 2012

Beberapa tujuan dan dampak zakat bagi si PEMBERI


1. Zakat mensucikan jiwa dari sifat kikir.
Zakat yang dikeluarkan karena ketaatan pada Allah akan mensucikannya jiwa (9:103) dari segala kotoran dan dosa, dan terutama kotornya sifat kikir. Penyakit kikir ini telah menjadi tabiat manusia (17:100; 70:19), yang juga diperingatkan Rasulullah SAW sebagai penyakit yang dapat merusak manusia (HR Thabrani), dan penyakit yang dapat memutuskan tali persaudaraan (HR Abu Daud dan Nasai). Sehingga alangkah berbahagianya orang yang bisa menghilangkan kekikiran. "Barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung" (59:9; 64:16). Zakat yang mensucikan dari sifat kikir ditentukan oleh kemurahannya dan kegembiraan ketika mengeluarkan harta semata karena Allah. Zakat yang mensucikan jiwa juga berfungsi membebaskan jiwa manusia dari ketergantungan dan ketundukan terhadap harta benda dan dari kecelakaan menyembah harta.

Sabtu, 28 Januari 2012

Harta-harta yang wajib di zakati

harta yang wajib di zakati adalah:
Pertama, Uang dengan segala bentuknya, yang meliputi : emas, perak, dan lembaran-lembaran berharga (saham, obligasi dan lain-lain)
Kedua, barang dagang yang meliputi segala sesuatu yang dipersiapkan untuk mendapatkan keuntungan dari para pedagang dan penjual dengan segala macam dan bentuknya.
Ketiga, binatang ternak yang meliputi: Unta, Sapi dan kambing.  Masuk dalam katagori kambing adalah kambing gunung.
Keempat, hasil-hasil pertanian dengan segala jenis dan macamnya.
Kelima, hasil-hasil pertambangan meliputi segala sesuatu yang dikeluarkan dari perut bumi  yang berupa barang-barang tambang seperti besi dan tembaga.

Dikutip dari Panduan Lengkap & Praktis Zakat Dalam Empat Madzhab, oleh Dr. Abdullah Nashih”ulwan. Hal. 21

Rabu, 25 Januari 2012

Apalah Arti Dunia tanpa Iman dan Amal sholeh?

Apalah Artinya Dunia tanpa Iman dan Amal sholeh?

“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa. ( TQS. Al-Qashassh (28) :83 )

Sobat, seandainya Anda memiliki gudang dunia, tetapi tidak memiliki iman dan amal sholeh, ketahuilah anda pasti celaka. Ada seorang pengusaha yang kaya raya. Sayang, ia berpaling dari Allah. Ia lalai dan terlena dengan kekayaannya yang melimpah dan menghabiskan hidupnya dengan main-main. Kemudian, pengusaha itu terserang kanker otak. Semua dokter telah ia datangi, semua cara telah ia tempuh dan telah mengeluarkan banyak uang untuk mengobati penyakitnya itu. Tapi penyakitnya tidak kunjung sembuh, hingga akhirnya ia meninggalkan dunia tanpa bekal harta ataupun amal.

Selasa, 24 Januari 2012

MARI HITUNG NIKMAT ALLAH SWT


“Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, maka kalian tidak dapat menghitungnya: (An-Nahl : 18)
Allah telah menganugerahkan kepada Hamba-Nya berbagai nikmat yang tidak terhitung dan ternilai. Sejak kita berada di alam rahim hingga ke alam dunia namun ternyata, amat sedikit diantara hamba-Nya yang mau bersyukur.
1.      Nikmat Akal
Tengoklah rumah sakit jiwa, agar anda bisa melihat nikmat akal yang diberikan Allah kepada kita. Apakah anda pernah berfikir mengenai akal dan bagaimana Allah memberikan nikmat tersebut kepada kita ?
Akal kita lebih berharga dan lebih bernilai daripada seluruh isi dunia. Ia adalah penyeimbang, pengatur, pembimbing dan penunjuk jalan, setelah Allah SWT.
Tubuh tanpa akal adalah seonggok mayat. Manusia tanpa akal adalah binatang, kehidupan tanpa akal adalah rimba belantara, maka seperti apa jadinya diri kita tanpa akal?
Jadi akal kita laksana matahari kehidupan, rembulan bagi waktu malam, singgasana bagi kerajaan dan tempat berkumpulnya kesenangan.
Allah berbicara kepada orang-orang beranak, menurunkan itab-Nya kepada mereka, mengutus rasul-rasul-Nya kepada mereka dan memberlakukan syariat-stariat-Nya kepada orang yang berakal.

Senin, 23 Januari 2012

DIMANAKAH TSA’LABAH SEKARANG

Seorang sahabat Nabi yang sangat miskin datang pada Nabi sambil mengadukan tekanan ekonomi yang dialaminya. Tsa’labah, nama sahabat tersebut memohon kepada Nabi untuk berdoa supaya Allah SWT memberikan rejeki yang banyak kepadanya.
Semula Nabi menolak permintaan tersebut sambil menasehati Tsalabah agar meniru kehidupan Nabi saja.Namun Tsa’labah terus mendesak, kali ini dia nengemukakan argumen yang sampai saat ini masih sering kita dengar ”Ya Rasul, bukankah kalau Allah memberikan kekayaan kepadaku, maka aku dapat membagikan kepada setiap orang haknya?”

JANGAN LALAI DENGAN HARTA

Maka tatkala mereka melupakan perintah yang telah diberikan kepada mereka, kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. (Q.S Al-An’aam : 44)

Datangnya musibah dari Allah itu serba mendadak tanpa kita memiliki persiapan untuk menghadapinya. Tak peduli apakah kita sedang capai, kantong kempes, dan banyak kesibukan yang luar biasa. Apabila Allah sudah menentukan maka tidak akan ada yang bisa menundanya.

Oleh karena itu, waspadalah dengan keadaan lapang karena jalan hidup ini tak selamanya mulus. Bahkan dalam ayat diatas Allah menjelaskan bahwa sebelum Allah menurunkan azab maka Allah akan melimpahkan berbagai kesenangan kepada manusia. Oleh karena itu, ketika harta kita banyak dan lapang jangan lekas bangga dan bergembira, akan tetapi justru mestinya kita terus menjaga taqwa kita kepada Allah, jangan-jangan harta yang banyak itu tipuan yang melenakan kita.

Sabtu, 21 Januari 2012

Mari berzakat, jangan nodai hartamu


“ambilah zakat itu dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan (harta) dan mensucikan (jiwa) Mereka”
Harta itu kotor, zakat yang membersihkannya. Demikianlah sejatinya ungkapan yang harus dimiliki oleh seorang muslim. Ungkapan ini sebenarnya tidak terlalu berlebihan, apalagi mengingat konsep zakat yang memiliki tujuan untuk membersihkan harta dan mensucikan jiwa. Seperti firman Allah SWT :“ambilah zakat itu dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan (harta) dan mensucikan (jiwa) Mereka”.( Qs. at-taubah:103)
Ayat ini telah menegaskan begitu pentingnya arti zakat bagi mereka yang memenuhi kriteria wajib zakat yaitu para hartawa dan kaum agnia’ yang menginginkan harta yang bersih dan jiwa yang suci, sehingga hidup menjadi berkah, Karena zakat sebagai ibadah maaliyah ijtima’iyah (ibadah yang terkait dengan harta dan jiwa sosial yang dimiliki) adalah satu – satunya cara untuk membersihkan harta dari segala kotoran yang menghinggapinya. Maka dari itu tidak dapat ditawar – tawar lagi, zakat adalah perintah Allah yang mutlak harus dipenuhi.
Artinya 2,5% dari harta (Penghasilan) yang diperoleh secara rutin adalah hak orang lain. Entah itu penghasilan yang berbentuk gaji, komisi, bonus, dan lain – lain yang memenuhi nishab zakat, itulah yang dimaksud zakat penghasilan (profesi). Allah SWT menegaskan dalam firman-Nya :”dan pada harta – harta mereka terdapat hak untuk orang lain yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian (yang tidak meminta)”.(Qs. Adz-dzariyaat:19)

Jumat, 20 Januari 2012

Oud bound dan motivasi kepemimpinan


Pada  11 Desember  2011, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Pekalongan,  mengadakan  acara muharram Ceria untuk anak yatim dan dhuafa’  dengan bertema “  Out bound dan Motivasi kepemimpinan  anak yatim dan dhuafa” , kegiatan ini dalam rangka menumbuhkan jiwa pemimpin pada anak – anak yatim. acara tersebut di ikuti oleh 40 anak yatim Piatu dan dhu’afa  dari berbagai Panti Asuhan dan masyarakat kota pekalongan.
Pada kesempatan muharram ceria ini hadir Bpk Jatmiko seorang Pengusaha muda berbakat yang  bertindak sebagai motivator.  Untuk lebih memeriahkan kegiatan tersebut,  BMH Pekalongan  juga mengadakan  berbagai perlombaan, meliputi  lomba mini bout, memancing sepak bola dan lain sebagainya. “ Saya senang sekali dengan kegiatan ini, selain mendapat motivasi  saya juga bisa bermain berbagai macam permainan bersama teman-teman yang lain”, ujar Sugeng Riski asal Panti sosial asuhan Anak (PSAA) Sabilillah kota Pekalongan. Aziz/ BMH Pekalongan 

Menjadi Manusia Beruntung di Dunia dan Akhirat

“Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.” (Q.S. al-‘Ashr: 2-3)
Di Qs : al-‘Ashr: 2 ini Allah dengan tegas menjelaskan bahwa sesungguhnya seluruh manusia itu berada dalam kerugian. Namun di ayat selanjutnya, yaitu ayat ke-3 ternyata Allah memberikan pengecualian Yaitu kepada orang yang memenuhi keempat syarat yang telah Allah gariskan. Yaitu:

  1. Beriman kepada Allah
Untuk menjadi manusia yang beruntung, maka kita harus menjadi manusia yang beriman kepada Allah, yang percaya kepada Allah, mengenal siapa Rabbnya, mengenal siapa Tuhannya Serta mau melaksanakan perintah-Nya.
Manusia yang beruntung adalah manusia yang tidak hanya beruntung di dunia saja tetapi juga beruntung di akhirat. Dan jika kita ingin sukses di dunia dan selamat di akhirat, maka kita harus mempercayai dan mengenali penguasa dunia dan akhirat yaitu Allah subhanahu wata’ala.

Masih ingatkah kita kepada ucapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada kaum Quraisy? Beliau bersabda, “Maukah kalian kuajarkan kalimat yang dengannya kalian bisa menguasai dunia?”. Lalu kaum Quraisy berkata, “Apakah itu?”. Nabi menjawab, “ucapkanlah ayhadu an laa ilaaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan rasulullah!”. Lalu kaum Quraisy pun mengejek beliau. Namun ternyata ucapan beliau terbukti hanya beberapa belas tahun setelah beliau meninggal.
Ada Umar bin Khattab, sang al-Faruq yang berhasil menyebarkan panji dakwah hingga ke negeri Persia dan Romawi, ada Abu Ubaidah bin Jarrah yang telah menundukkan Syam, ada Sa’ad bin Abi Waqqash sang penakluk Persia, ada Amr bin Ash sang pembebas Mesir. Apa sebenarnya yang membuat mereka menjadi manusia luar biasa padahal sebelumnya mereka hanya manusia biasa? Apa sebenarnya yang mengangkat derajat Bilal bin Rabah dan Zaid bin Haritsah yang dari seorang budak menjadi seorang ksatria? Apa sebenarnya yang mengangkat derajat Ammar bin Yasir yang papa dan lemah tak berdaya menjadi manusia yang perkasa? Semuanya berasal dari satu kekuatan! Yaitu kekuatan iman yang menancap di lubuk hati mereka. Kekuatan iman yang mampu mengubah mereka menjadi singa yang garang ketika berjihad dan berperang dan mampu mengubah mereka menjadi manusia berhati selembut sutra kepada saudara mereka. Mereka berhasil menggenggam dunia dan selamat di akhirat.
Bandingkan dengan kondisi para pembesar dunia yang tidak ada keimanan dalam hati mereka. Apakah mereka menjadi manusia yang beruntung? Mungkin mereka beruntung di dunia. Namun sayang, di akhirat mereka celaka. Tidakkan anda perhatikan bagaimana besar dan banyaknya kekayaan Fir’aun dan Qarun? Namun ternyata Allah membinasakan mereka dalam keadaan yang hina! Mengapa? Karena di hati mereka tidak ada secuil pun keimanan kepada Rabb alam semesta.
  1. Mengerjakan amal saleh
Manusia yang beruntung adalah manusia yang dalam kehidupannya terus dan tetap istiqamah beribadah kepada Allah. Ibadah mereka tidak hanya sebatas shalat, puasa, dan zakat saja, Tetapi lebih luas daripada itu. Ibadah mereka adalah segala amal kebaikan yang mereka kerjakan. Mereka mampu menjadikan hidup ini sebagai ladang untuk beramal.

Tidak peduli seberapa besar amal saleh yang anda kerjakan. Namun yang paling penting adalah bagaimana anda konsisten dengan perbuatan anda tersebut. Bagaimana anda memegang teguh prinsip kebaikan anda. Dan tahukah anda? Bahwa sebenarnya banyak manusia-manusia biasa yang menjadi manusia yang menjadi luar biasa karena mereka mampu memegang teguh prinsip yang mereka pegang. Mereka mampu melakukan totalitas dalam kesalehan mereka.
Lihat saja Utsman bin Affan. Beliau adalah orang yang sangat pemalu. Saking pemalunya hingga malaikat pun malu kepadanya. Dan dirinya memang konsisten dengan rasa malunya. Dirinya malu jika dirinya menikmati air yang segar sedangkan yang lainnya kesusahan mencari air, hingga akhirnya dia membeli sumur Rum. Dirinya malu jika hartanya tidak disumbangkan di jalan Allah. Maka pada Perang Tabuk, dirinya menyediakan sepertiga keperluan pasukan.
Atau mungkin sosok Abu Bakar mampu menjadi teladan. Dirinya mampu konsisten dalam membenarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hingga akhirnya beliau disebut ash-shiddiq. Atau Umar bin Khattab yang konsisten dengan hatinya yang teguh bak batu karang. Dirinya benar-benar memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Tidak ada yang abu-abu di dalam pandangannya. Hingga akhirnya beliau disebut al-Faruq.
  1. Saling menasihati dalam kebenaran
Setiap manusia tentu saja pernah melakukan kesalahan. Dan memang kesalahan adalah hal yang manusiawi. Namun, yang menjadi permasalahannya adalah sampai kapan kita melakukan kesalahan tersebut? Tentu saja kita tidak akan selamanya melakukan kesalahan. Namun kita butuh seseorang yang meluruskan kita jika langkah kita mulai menyimpang.

Karena itu, manusia yang paling beruntung adalah manusia yang saling menasihati dalam kebenaran, karena dengannya mampu merubah lingkungan ke arah yang lebih baik, mampu membentuk generasi yang lebih bagus dibandingkan sebelumnya, mampu melahirkan pribadi-pribadi tangguh yang mampu menjadi pembesar dunia dan akhirat.
Dalam lintasan sejarah, banyak nama manusia agung yang harum sepanjang zaman. Contohnya saja Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, dan Imam Abu Hanifah. Mengapa nama mereka mampu dikenal oleh manusia hingga saat ini? Karena mereka berdakwah dan menyeru kepada kebenaran. Mereka memperbaiki lingkungan mereka ke arah yang lebih baik. Mereka berhasil membentuk generasi yang berilmu melalui sistem saling menasihati dalam kebenaran.
Masih ingatkah kita kepada pidato Umar bin Khattab dan Umar bin Abdul Aziz ketika mereka diangkat sebagai khalifah?
“Taatilah jika aku berada dalam kebenaran dan luruskanlah aku jika aku menyimpang!”
  1. Saling menasihati dalam kesabaran
Sebagai manusia biasa, tentu saja kita pernah mendapatkan ujian dari Allah, Baik itu lewat musibah, bencana, dll.
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q.S al-Baqarah: 155)

Dan jika kita ingin menjadi manusia yang beruntung, maka kita harus mampu menjadi manusia yang saling menasihati dalam kesabaran satu sama lain, karena dunia ini adalah tempatnya ujian dari Allah. Dan tentu jika kita ingin lulus dari ujian ini, maka kita harus memiliki kesabaran dalam menghadapi ujian tersebut.
Dalam sejarah, banyak orang-orang yang namanya harum karena mereka mampu menaklukkan ujian dengan kesabaran dan niat yang tinggi. Lihat saja kehidupan Imam Ahmad bin Hanbal. Seorang yang miskin lagi yatim, namun dengan kesabaran yang ekstra dirinya mampu mengarungi padang pasir yang luas dari Irak ke Yaman demi menuntut ilmu. Padahal umurnya saat itu masih 15 tahun!
Atau mungkin kisah sahabat dan golongan orang-orang yang paling awal masuk Islam mampu menjadikan kita lebih bisa merenung. Mereka, generasi pertama kaum muslimin, menghadapi ujian yang sangat luar biasa. Namun siapa sangka, ternyata orang-orang yang awalnya tertindas mampu bangkit menjadi manusia penguasa dunia.
Bilal bin Rabah memang hanya budak biasa, Namun siapa sangka dirinya mampu menjadi pahlawan penegak kalimat Ahad di muka bumi!
Mereka, generasi awal umat Islam, telah mengajarkan kita banyak hal. Yaitu dengan saling menasihati dalam kesabaran, mereka mampu menjadi tonggak dan pondasi yang kokoh bagi umat terbaik di dunia, umat Islam!
Karena itu, untuk menjadi orang yang beruntung, yaitu orang yang sukses di dunia dan selamat di akhirat, kita harus mampu melaksanakan keempat kriteria tersebut. Jika kita belum melaksanakan semuanya, maka kita belum menjadi manusia yang beruntung secara keseluruhan.
Wallahu a’lam 
 oleh: Slamet R