Selasa, 24 Januari 2012

MARI HITUNG NIKMAT ALLAH SWT


“Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, maka kalian tidak dapat menghitungnya: (An-Nahl : 18)
Allah telah menganugerahkan kepada Hamba-Nya berbagai nikmat yang tidak terhitung dan ternilai. Sejak kita berada di alam rahim hingga ke alam dunia namun ternyata, amat sedikit diantara hamba-Nya yang mau bersyukur.
1.      Nikmat Akal
Tengoklah rumah sakit jiwa, agar anda bisa melihat nikmat akal yang diberikan Allah kepada kita. Apakah anda pernah berfikir mengenai akal dan bagaimana Allah memberikan nikmat tersebut kepada kita ?
Akal kita lebih berharga dan lebih bernilai daripada seluruh isi dunia. Ia adalah penyeimbang, pengatur, pembimbing dan penunjuk jalan, setelah Allah SWT.
Tubuh tanpa akal adalah seonggok mayat. Manusia tanpa akal adalah binatang, kehidupan tanpa akal adalah rimba belantara, maka seperti apa jadinya diri kita tanpa akal?
Jadi akal kita laksana matahari kehidupan, rembulan bagi waktu malam, singgasana bagi kerajaan dan tempat berkumpulnya kesenangan.
Allah berbicara kepada orang-orang beranak, menurunkan itab-Nya kepada mereka, mengutus rasul-rasul-Nya kepada mereka dan memberlakukan syariat-stariat-Nya kepada orang yang berakal.

2.      Nikmat Pendengaran
Pendengaran adalah nikmat yang sangat besar, pendengaran adalah alat pertama untuk mengenal, dan piranti utama untuk memahami. Orang yang dikaruniai pendengaran, lalu dia menggunakannya untuk kebaikan, untuk mendengar hikmah dan menyimak wahyu, memahami nasehat yang baik akan membuahkan baginya keimanan dan keyakinan. Pendengaran itu akan membimbingnya kepada ma’rifatullah dan ma’rifatur rasul.


3.      Nikmat Bicara
Mulut merupakan satu-satunya anggota tubuh manusia yang tidak pernah merasa capai. Mskipun ia telah banyak digunakan untuk berbicara. Ini merupakan kenikmatan Allah SWT yang dianugerahkan kepada kita semua, sehingga dengan mulut ini kita bisa banyak menanam pahala di surge. Rasulullah bersabda : “Barangsiapa mengucapkan subhanallahil ‘azhiim wa bihamdihi, maka ditanamkan pohon kurma untuknya di surge (HR. Turmidzi dari Jabir r.a).
Betapa banyak jumlah jari jemari yang akan digigit manusia sewaktu ia di surga. Ia menyesal sebab banyak pohon-pohohn kurma tertanam di hadapannya, namun ia tidak turut memilikinya. Padahal sebenarnya ia mampu untuk memiliki pohon kurma itu hanya dengan modal mulutnya sewaktu ia masih hidup di dunia.
4.      Nikmat Penglihatan
Allah SWT menciptakan mata supaya kami bisa memandang kawanmu dengan pandangan penuh kasih sayang, sehingga kamu termasuk orang yang disabdakan Rasulullah SAW, yang artinya: “Barang siapa memandang kawannya dengan pandangan penuh kasih sayang maka Allah SWT akan menghapus dosa-dosa keduanya” (HR. Hakim).
Allah SWT menciptakan mata supaya dengannya kamu bisa bertafakur dan mengambil pelajaran dari ciptaan-ciptaannya yang agung dan supaya kamu bisa berjalan-jalan menikmati karya cipta-Nya.
Mari mulai menghitung.
Pernah, saya pernah melihat seorang yang terbakar wajahnya, rontok rambutnya dan hilang kulit tubuhnya yang bagus, sehingga sosoknya tampak buruk, menakutkan dan menyeramkan, kemudian saya bertanya kepada salah satu teman saya: “Apakah kamu mau mendapat uang satu milyar namun wajahmu seperti dia?” dia langsung menjawab : “Tidak, demi Allah saya tidak mau.
Pernah juga saya berbincang dengan seorang ibu yang sedang menggendong putrid kecilnya sambil mengadukan kefakirannya, kemudian saya bertanya: “APakah anda mau lidah putri anda saya potong. Kemudian saya ganti dengan uang ratusan juta, sehingag anda bisa menjadi kaya dan bersedekah sesuai keinginan anda.” Dia menjawa: “Tidak, demi Allah”.
Sungguh Allah telah menganugerahkan kita beribu-ribu kenikmatan pada tubuh kita yang apabila ditahan dengan uang milayarannya pun kita tidak akan mau menukarnya dan sekiranya kita selama sebulan penuh menghitung nikmat Allah yang dikaruniakan kepada kita, maka kita tidak akan dapat menemukan jumlahnya. Jadi kita berhutang nikmat kepada Allah sebanyak buih lautan di seluruh bumi, tetapi mengapa kita tetap tidak mau taat dan bersyukur kepadanya: “maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kami dustakan (QS. Ar-Rahman)
Wallahu ‘alam.


Sambutan Manager BMH

Tak terasa kita sudah diujung tahun 2009, walaupun  ini bukan tahun baru kita, Islam. Tetapi sebuah moment yang baik untuk melakukan intropeksi, evaluasi diri.

Ada pesan Rasulullah saw., tentang lima perkara.. Yaitu : ingat  sehat sebelum sakit, ingat masa  muda sebelum masa  tua, ingat waktu kaya sebelum datangnya kemiskinan,  ingat waktu lapang sebelum sempit dan yang terakhir ingat hidupmu sebelum matimu.

Kelima peringatan itu, mengajak kita untuk kembali komitmen dengan oreintasi hidup kita yaitu mencari ridho Allah. Apabila di setiap waktu tersebut hidupnya kita penuh dengan kegiatan yang diridhoi maka kita termasuk orang yang beruntung, tetapi apabila kegiatan hidup kita jauh dari agama Allah, maka kita termasuk orang-orang yang merugi.

Oleh karenanya dipenghujung tahun 2009 mari kita lihat kembali amalan yang lalu, yang baik kita tingkatkan, sedangkan yang jelek kita menyesali dan berjanji tidak akan mengulang.

Dan yang terakhir, kami kembali mengingatkan  kepada semua simpatisan, dan umat Islam, bahwa peluang amal  kepada BMH yaitu hibah/ wakaf gedung  untuk sekretariat (kantor) BMH masih terbuka, sampai saat ini baru ada beberapa orang yang bertanya. Kami yakin  orang-orang tersebut masih bergelut dengan pemikirannya antara meminjamkan, menghibahkan dan atau mewakafkan. Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kita semua untuk beramal yang terbaik.

Wassalamu’alaikum wr.w b.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar