Allah telah menganugerahkan kepada Hamba-Nya berbagai nikmat yang tidak
terhitung dan ternilai. Sejak kita berada di alam rahim hingga ke alam dunia
namun ternyata, amat sedikit diantara hamba-Nya yang mau bersyukur.
1. Nikmat Akal
Tengoklah rumah sakit jiwa, agar anda bisa melihat nikmat akal yang
diberikan Allah kepada kita. Apakah anda pernah berfikir mengenai akal dan
bagaimana Allah memberikan nikmat tersebut kepada kita ?
Akal kita lebih berharga dan lebih bernilai daripada
seluruh isi dunia. Ia adalah penyeimbang, pengatur, pembimbing dan penunjuk
jalan, setelah Allah SWT.
Tubuh tanpa akal adalah seonggok mayat. Manusia tanpa
akal adalah binatang, kehidupan tanpa akal adalah rimba belantara, maka seperti
apa jadinya diri kita tanpa akal?
Jadi akal kita laksana matahari kehidupan, rembulan
bagi waktu malam, singgasana bagi kerajaan dan tempat berkumpulnya kesenangan.
Allah berbicara kepada orang-orang beranak,
menurunkan itab-Nya kepada mereka, mengutus rasul-rasul-Nya kepada mereka dan
memberlakukan syariat-stariat-Nya kepada orang yang berakal.
2. Nikmat Pendengaran
Pendengaran adalah nikmat yang sangat besar,
pendengaran adalah alat pertama untuk mengenal, dan piranti utama untuk
memahami. Orang yang dikaruniai pendengaran, lalu dia menggunakannya untuk
kebaikan, untuk mendengar hikmah dan menyimak wahyu, memahami nasehat yang baik
akan membuahkan baginya keimanan dan keyakinan. Pendengaran itu akan
membimbingnya kepada ma’rifatullah dan ma’rifatur rasul.
3. Nikmat Bicara
Mulut merupakan satu-satunya anggota tubuh manusia
yang tidak pernah merasa capai. Mskipun ia telah banyak digunakan untuk
berbicara. Ini merupakan kenikmatan Allah SWT yang dianugerahkan kepada kita
semua, sehingga dengan mulut ini kita bisa banyak menanam pahala di surge.
Rasulullah bersabda : “Barangsiapa mengucapkan subhanallahil ‘azhiim wa
bihamdihi, maka ditanamkan pohon kurma untuknya di surge (HR. Turmidzi dari
Jabir r.a).
Betapa banyak jumlah jari jemari yang akan digigit
manusia sewaktu ia di surga. Ia menyesal sebab banyak pohon-pohohn kurma
tertanam di hadapannya, namun ia tidak turut memilikinya. Padahal sebenarnya ia
mampu untuk memiliki pohon kurma itu hanya dengan modal mulutnya sewaktu ia
masih hidup di dunia.
4. Nikmat Penglihatan
Allah SWT menciptakan mata supaya kami bisa memandang
kawanmu dengan pandangan penuh kasih sayang, sehingga kamu
termasuk orang yang disabdakan Rasulullah SAW, yang artinya: “Barang siapa
memandang kawannya dengan pandangan penuh kasih sayang maka Allah SWT akan
menghapus dosa-dosa keduanya” (HR. Hakim).
Allah SWT
menciptakan mata supaya dengannya kamu bisa bertafakur dan mengambil pelajaran
dari ciptaan-ciptaannya yang agung dan supaya kamu bisa berjalan-jalan
menikmati karya cipta-Nya.
Mari mulai menghitung.
Pernah, saya pernah melihat
seorang yang terbakar wajahnya, rontok rambutnya dan hilang kulit tubuhnya yang
bagus, sehingga sosoknya tampak buruk, menakutkan dan menyeramkan, kemudian saya
bertanya kepada salah satu teman saya: “Apakah kamu mau mendapat uang satu
milyar namun wajahmu seperti dia?” dia langsung menjawab : “Tidak, demi Allah
saya tidak mau.
Pernah juga saya berbincang dengan seorang ibu yang sedang menggendong
putrid kecilnya sambil mengadukan kefakirannya, kemudian saya bertanya: “APakah
anda mau lidah putri anda saya potong. Kemudian saya ganti dengan uang ratusan
juta, sehingag anda bisa menjadi kaya dan bersedekah sesuai keinginan anda.” Dia
menjawa: “Tidak, demi Allah”.
Sungguh Allah telah menganugerahkan kita beribu-ribu kenikmatan pada
tubuh kita yang apabila ditahan dengan uang milayarannya pun kita tidak akan
mau menukarnya dan sekiranya kita selama sebulan penuh menghitung nikmat Allah
yang dikaruniakan kepada kita, maka kita tidak akan dapat menemukan jumlahnya.
Jadi kita berhutang nikmat kepada Allah sebanyak buih lautan di seluruh bumi,
tetapi mengapa kita tetap tidak mau taat dan bersyukur kepadanya: “maka nikmat
Tuhanmu yang mana lagi yang kami dustakan (QS. Ar-Rahman)
Wallahu ‘alam.
Sambutan Manager
BMH
Tak terasa kita
sudah diujung tahun 2009, walaupun ini bukan tahun baru kita, Islam. Tetapi
sebuah moment yang baik untuk melakukan intropeksi, evaluasi diri.
Ada pesan Rasulullah saw., tentang lima perkara..
Yaitu : ingat sehat sebelum sakit, ingat
masa muda sebelum masa tua, ingat waktu kaya sebelum datangnya
kemiskinan, ingat waktu lapang sebelum
sempit dan yang terakhir ingat hidupmu sebelum matimu.
Kelima peringatan itu, mengajak kita untuk kembali
komitmen dengan oreintasi hidup kita yaitu mencari ridho Allah. Apabila di
setiap waktu tersebut hidupnya kita penuh dengan kegiatan yang diridhoi maka
kita termasuk orang yang beruntung, tetapi apabila kegiatan hidup kita jauh
dari agama Allah, maka kita termasuk orang-orang yang merugi.
Oleh karenanya dipenghujung tahun 2009 mari kita
lihat kembali amalan yang lalu, yang baik kita tingkatkan, sedangkan yang jelek
kita menyesali dan berjanji tidak akan mengulang.
Dan yang terakhir, kami kembali mengingatkan kepada semua simpatisan, dan umat Islam,
bahwa peluang amal kepada BMH yaitu
hibah/ wakaf gedung untuk sekretariat
(kantor) BMH masih terbuka, sampai saat ini baru ada beberapa orang yang
bertanya. Kami yakin orang-orang
tersebut masih bergelut dengan pemikirannya antara meminjamkan, menghibahkan
dan atau mewakafkan. Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kita semua untuk
beramal yang terbaik.
Wassalamu’alaikum wr.w b.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar